Aku bekerja disebuah kedai kopi disudut kota kecil, letak kedai diantara toko fotocopy, sebuah bank swasta, dan kantor pemerintahan daerah. Sangat kecil dan tersembunyi hanya bisa menampung sepuluh orang pelanggan dalam satu kesempatan yang sama.
Kedai ini bernama "lenggang", berjendela kaca dengan ornamen daun-daun merambat disekitarnya, ada pintu setengan kaca yang selalu berderik-derik ketika tertiup angin.
ada 3 meja kecil dengan kursi-kursi lapuk menghiasi ruangan sempit dengan lantai mengkilat karena sering digosok oleh si nyai satu-satunya tukang bersih-bersih di kedai ini.
Meja panjang terbuat dari kayu mahoni berwarna gelap mengkilat yang membatasi aku dengan pelanggan hampir menyita satu rungan ini, disanalah berderet penganan kecil bercampur aroma kopi, susu dan teh berkolaborasi.
Aku yang selalu melamun terduduk disudut kursi paling tinggi di ujung kiri, menanti pelanggan menghampiri sepanjang hari.
Pelanggan tetap kami hanya segelintir tapi kami bersahabat, senang rasanya meluangkan waktu bersama mereka.....manusia-manusia ramah yang suka bergurau.
Terkadang mereka membawakan buah tangan untukku, sebagian yang tua menganggapku seperrti anaknya, yang lain menganggap teman curhat, dan satu orang berusaha menarik perhatianku dengan cara yang unik.
Kadang mereka berkata padaku, " membosankan sekali hidupmu, terjebak disudut paling kecil di dunia ini"
Aku hanya tersenyum sambil melambaikan tangan...........
'Aku tak pernah bosan menikmati kesepian, jemu dan sendiri'
sebagian orang berkata, keluarga adalah tempat paling aman & menyenangkan untuk kembali ketika seluruh dunia menyudutkanmu.
Aku hany bisa tersenyum pilu, siapa keluargaku....???
Kemana aku harus kembali ketika dunia menyudutkanku....???
Keluargaku hanya satu.....
Diriku.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar